Setelah bulan2 lalu warnet-warnet di porakporandakan oleh microsoft dan temen2nya, sekarang muncul lagi sweeping jilid II. Nah yg sekarang yg diributin bukan legal gaknya OS + aplikasi nya, tapi ijin warnetnya.
sampai sekarang saya masih bingung apakah warnet itu harus berbadan hukum..?
sudah banyak kejadian warnet mendapat surat pemberitahuan dari dinas
perhubungan kabupaten setempat, tentang penertiban,pengawasan jasa telekomunikasi (termasuk warnet) didalamnya. Petugasnya bilang selain pajak badan hukum, warnet juga dikenakan pajak daerah!, di dalamnya ada tembusan ke bupati, ketua DPRD, camat,Asosiasi pengusaha selular, dan ketua APWI.
Nah kan, apalagi nih yg terjadi...?
ketika warnet2 bangkit dari keterpurukan , dengan mahalnya biaya operasional, listrik, bandwitdh, gaji karyawan dsb. sekarang harus menghadapi peraturan daerah, di daerah masing2.
warnet adalah usaha jasa informasi yg memberikan layanan yg murah kepada masyarakat. karena masyarakat gak perlu punya komputer sambungan telpon, berlanganan isp dsb, dan dengan biaya operasional yg tinggi, dan harus membeli lisensi (bagi yg menggunakan produk microsoft dan temen2nya). buat yg gak punya cukup dana akhirnya rela melirik linux dg konsekwensi warnetnya sepi. dan sekarang harus pulak di kenai pajak yg entah buat apa...?
kenapa mau usaha aja susah, semakin banyak aturan yg gak jelas
kalo harus kena pajak ya pajak apa donk, jangan main palak aja pak!
kami mah hanya rakyat, pasti akan kami bayar asal jelas semua regulasinya. Kalo emang warnet gak dibutuhkan lagi di indonesia , tolong sejahterakan penduduk didaerah bpk2 masing. Kasih teknologi informasi yg jelas, kasih harga komputer yg murah, kasih harga bandwitdh yg murah, apakah bapak 2 yg terhormat sanggup...?
kalo bapak2 mampu, lakukanlah, biar warnet pelan2 juga akan mate' dg sendirinya, jangan dibikin separuh napas pak.
warnet hanya ladang uang buat sebagian orang yg memanfaatkan situasi, dari sumbangan gak jelas, bayar iuran 15 rb /bulan biar bebas sweeping sampai pajak pula, apa yg gak kena pajak di indonesia..?
gimana masyarakat kita gak bodho, kalo yg mau berjuang memberi akses informasi murah langsung di incer untuk dijadikan ladang pendapatan.
dari harga bbm , semua kebutuhan pokok yg tinggi sampai pajak yg sakit jiwa , kenapa kita tetap miskin pak...?, harusnya indonesia makmur dong, orang pajaknya segunung uhud. Beli minyak tanah aja ditempat saya 1 liter = rp 4800, apa gak kaya masyarakat kita, rp 4800 aja dibeli orang gak ada alternatif lain, mau pake kayu..?
entar kena pajak lagi kayu nya (susah amat yak)
sekarang apakah bapak2 yg terhormat jamin, dg melambungnya BBM, harga pokok, menggilanya pajak , kita akan makmur ?
saya sendiri sudah tau jawabannya = gombal
kompensasi dana bbm aja masuk kekantong orang2 yg gak memerlukan, pada mbesarin perut masing2, sekarang dari rt-->rw-->lurah-->camat-->bupati sudah pada bisa korupsi hak orang kecil, kayaknya korupsi dan tepu menepu, memalsukanidentitas sudah menjadi trend , kalo gak ikutan berarti bapak2 gak gaul. suatu kejadian yg tidak menggunakan pikiran dan hati, sementara kita berjuang sama2 menghidupkan warnet yg terpuruk, sementara mereka mengambil keuntungan yg gak jelas dari usaha warnet'ers, apakah dijamin kalo bayar pajak bakal aman ? omong kosong semuanya
mau merdekakan indonesia dari keterpurukan informasi aja susah (ughhh)
(kisah sedih mental Indonesia)
Edited by choka on 11-10-2005 13:30
hebat euy....kisah sedihnya......mudah-mudah pak polisi terhormat masih punya mata hati untuk melihat dan mendengarkan keluhan sodara kita ini dan pengusaha warnet lainnya. tinggal 1 yang kita punya saat ini bro, harapan.....harapan Indonesia bisa lebih baik, harapan yang bisa memberikan minimalnya buat kita-kita mencari makan di negara kita tercinta ini, bukan hanya memberikan makanan enak buat para koruptor-koruptor dan para oknum yang serasa kian hari kian nyaman mencekik saudara-saudaranya, saudara satu bangsa.
A. Hardiena http://www.ahardi...
beneran tuh om choka apa cuma isu doang klo memang bener gimana nasib warnet yg mayoritas banyak menyelamatkan para penganguran wahh....! BBM naik warnet kenak palak ama pemerintah<pajak> wui...!
kata orang jawa " rakyat duduk ladang bisnis"i rakyat lahan untuk memodali negara nah yo opo nasibe negoro tanpa rakyat pasti gak karoaan sekali lagi "RAKYAT BUKAN LADANG BISNIS UNTUK PARA PEJABAT KLO RAKYAT TERUS JADI LAHAN BISNIS PEMERINTAH DAN PEJABAT MAKA INGATLAH INDONESIA TIDAK LAMA LAGI HANCUR......!"
mas faruq choka omong ga asal kok karena kejadian itu juga menimpa warnetku , walau pada saat pertemuan dengan temen temen A***I dan KomIT JOGJA di kantor dephub dengan kepastian bahwa frekuensi warnet (waveline) tidak termasuk wajib lapor di dephub toh kenyataan oknum oknum yg ngerasa bisa mamanfaatkan celat tersebut juga ga kehabisan akan menjerat dgn pasal pasal yg super gak jelas s*#k!
belum dr dinas pariwisata yg (underbound nya pemda) dengan alasan ijin HO (gangguan) yg sudah kami urus pun kami mesti lapor alasan nya itu termasuk hiburan, lo warnet ga semata hiburan (berapa persen sih ?) lebih ke edication atau pendidikan kok bisa bisanya kena pajak pariwisata??
WTH goin` on here? tujuan mulia menjadikan jogja sebagai cyber province menjadi rancu krn org org yg "punya tanggung jawab" dengan mengatas namakan instansi terkait.
padahal secara jelas dr Gubernur sendiri tidak akan mempersulit apapun yg berkaitan dengan perkembangan I T di jogjakarta
s*#k! bener kan??? mo dibawa ke arah mana kita???? makin terbelakang dibandingkan negara lain????
Edited by wait4someone on 13-10-2005 06:30
sharing , learning , knowing , trying , and doing
wahhh..... klo beneran gawat nih pejabat sudah menjadikan rakyat sebagai ladang bisnis ,anehnya lagi di indonesia ini semua hukumnya kok ndak pernah disosialisasikan ya ? tahu2 uda jadi dan dueng githu ,payah pemerintah sama aja melarang pembajakan tapi menyediana dan menjual belikan secara bebas cd rw wahhh. yang goblok ini pemerintah dan pejabatnya apa rakyat nya masah didoktrin ama luar negeri mau payah........
kalo waktu boleh diulang, mending kembali ke jaman rezim pak harto. peduli amat ama KKN, dosa ditanggung masing², yg penting hidup kita enjoy aja, daripada sejak di-reformasi, hayah ... hidup + susah aje, tiap ganti presiden juga semua harga terus naek ! tapi kita sebaiknya tidak terus mengeluh, harus tetep survive, meskipun para pejabat kita brengsek semuah, toh mungkin hidup kita masih lbh baik daripada nasib orang2 di irak sono ... soal pajak, kalo emang udah diputuskan, mau gak mau sbg warga negara yg baek, memang harus dibayar, krn menurut agama gue 'tunduk kepada pemerintah yg berwenang adalah sebagian dari ibadah' entah duit pajak tsb mau digunakan buat rakyat atau memperkaya oknum, yg penting udah jalanin ibadah, pasti ada pahalanya juga ... (huekkk ... jadi sok religius )
Masukin usulan...gimana kalo AWALI bikin satu divisi lagi...divisi hukum dan UU, sehingga untuk masalah gituan bisa dikaji dulu UU, jadi bisa ditau...UU kena apa gak....jadi aparat gak semena-mena....
aku lebih setuju kalau pemerintah bikin warnet rakyat, dimana masyarakat bisa ngenet gratis, sistemnya bisa seperti perpustakaan daerah tapi lebih disesuaikan utk warnet rakyat, harga CPU 486 ahkir (DX4/5x86)/ Pentium classic/MMX/Celeron lama kurang lebih bisa hampir setara dengan 1 buku tebal (Padahal di perpustakan mungkin ada ratusan buku tebal dan mahal), monitor bekaspun dah murah-murah, teknologi diskless bisa diterapkan utk jaringan lebih murah ini, seharusnya semua ini bisa kalau mau kreatif dan sedikit kerja keras memanfaatkan barang-barang yang menganggur / membusuk di gudang kantor, sekolah, universitas dan lainnya dari pada di buang percuma..
Dengan cara ini warnet rakyat bisa puluhan / ratusan komputer dan pastinya bandwitch yang cukup untuk kirim-kirim e-mail, milis atau browsing tanpa picture yang gak perlu bandwitch besar, OSnya bisa pakai Distro Linux versi lama yang gak bikin berat komputer tapi tetap nyaman digunakan, sekaligus bisa untuk belajar masyarakat luas, warnetpun tidak perlu takut tersaingi karena bandwitch warnet rakyat lebih kecil dan komputer lebih lambat. ini hanya sumbang ide aja, hehe
Tegas... Lantang.. Kalo gw ketemu sama polisi yang kayak gitu.. gw lembar pake kayu bakar dari jauh dia.. berjuang terus om choka.. bantai habis yang meresahkan
BAH!!! polisi, pejabat...semuanya juga masih pake windows. coba sodorin linux? mana mau mereka? yang duduk diatas mau sweeping warnet segala kan orang orang manja yang sok intelek.
yang miskin makin miskin, yang bodoh makin bodoh, yang kaya makin kaya. payah nih pejabat...mendingan ngurusin yang korupsi aja...
duh banyak spam kurang kerjaan, tolong ya para member yang tidak berkepentingan jangan melakukan spam iklan, kami akan melakukan ban tanpa konfirmasi...