Kisah Suka dan Duka Warnet Linux-ku
Posted by Elenaaa on October 14 2005 07:53:01
Salam Sejahtera buat rekan² AWALI semua ...

Ini adalah pertama kalinya saya membuat sebuat artikel, yah ... niru² Om Zara, Om Ichx, Om choka, dll yang udah pengalaman menjadi wartawan AWALI, harap dimaklumi kalo bahasanya amburadul tenan. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi tentang kisah warnet linux saya, siapa tau ada hal² yang positip yang bisa menjadi masukan bagi kita semua.

Saya adalah owner warnet kecil di KalSel. Sebenarnya saya bukan orang IT (saya seorang apoteker), saya gak bisa install kompie, gak bisa bongkar CPU, pokoknya yang berhubungan dgn kompie, saya gak bisa apa², hanya saja saya pencinta internet dan pecinta Mirc :)

Warnet yang saya bangun, bukan dari modal orang tua (maklum, bukan anak orang kaya) tetapi saya mendapat kredit kecil dari bank. 3 bulan pertama, warnet saya menggunakan windows xp (saat itu, semua warnet² saingan menggunakan windows 98) dgn hasil harian pertama kali 24 ribu rupiah. Kemudian saya berupaya marketing melalui iklan via radio, promosi ke sekolah², ke universitas² (krn saya gak punya pegawai byk, saya sendiri yang keluyuran naek motor). Alhasil semakin byk orang yg tau dgn warnet saya. Dan yg paling menggembirakan, orang² perkantoran, wartawan, para pengusaha tambang, orang² asing, jugamenggunakan jasa warnet saya.

Kemudian warnet saya didatangin oknum² kepolisian setempat. Mereka mencoba memeras saya, dgn meminta 200ribu / bulan sbg uang suap. Ditambah lagi dgn adanya issue sweeping, membuat saya menjadi tidak tenang. Akhirnya saya memutuskan migrasi total ke Linux, krn saya merasa tidak sanggup membeli windows xp original. Selaen itu dari segi pemikiran saya, kalau saya beli windows original, apa user² mau harga sewa internet dinaikkan ?

1 bulan pertama memakai Linux, saya bangkrut. Penghasilan harian saya tidak ada separuh dari penghasilan rutin saya. Kendalanya krn byk user di kota saya, tidak terbiasa memakai Linux, flash disk gak support, dll, sedangkan warnet² saingan memakai windows semua. Waktu itu saya memakai Knoppix 3.8

Masuk di bulan ke-2, saya berupaya mencoba bermacam² distro Linux, mencari yg paling cocok buat user di kota saya. Akhirnya saya menemukan Xandros BE, yg ternyata support sama flash disk, mirip dgn windows xp, dan ternyata user² merasa enak memakai Xandros BE. Kemudian, saya promosi ulang untuk warnet saya, memasang spanduk besar², saya ajar ulang user² utk mengenal linux, cara memakainya, saya atur interior warnet menjadi lebih nyaman, saya pastikan warnet saya bersih dan tidak bau rokok (tentu saja, saya tidak bekerja sendirian, tapi juga dibantu dgn orang² yg terlibat di warnet saya). Akhirnya pendapatan di bukan ke-2 menjadi normal kembali.

Bulan ke-3 saya mendapat suprais yg luar biasa. Omset pendapatan naik drastis. Hasil dari rejeki lebih ini, saya belanjakan buat perbaikan kecil² di warnet saya, dari pembelian barang² dan juga modal mengisi kulkas warnet saya. Dulunya saya cuman jualan minuman botol. Tetapi sekarang saya jualan minuman kaleng, coklat, kacang, pop mie, rempeyek, permen, biskuit, pokoknya makanan ringan, saya tata dgn menarik sehingga user² ngiler dan tidak ada alasan 'cabut buat makan' karena saya juga bekerja sama dgn warung nasi goreng yg mangkal di sebelah warnet saya.

Di bulan² selanjutnya pendapatan saya turun naik, tetapi omset warnet saya lebih meningkat dgn menggunakan Linux daripada windows. Saya perhatikan, setidaknya omset naik sekitar 25%. Ketika saya mengadakan survey kepada para pelanggan saya, mereka lebih memilih Linux, dgn alasan koneksi internet jauh lbh cepat daripada memakai windows. Rupanya user² mulai merasa bangga dgn memakai Linux, krn mereka merasa lebih pintar, merasa gengsinya naik, mendapat kepuasan, dan rekan² sekalian bisa merasakan betapa bangganya saya ketika user saya nelepon pacarnya, berkata : "hoiii... gue pake x-chat lho, lo tau gak ? gue pake linux, gue pinter kan ?"

Saya membuat dual-boot antara Xandros dan Suse, atau Xandros dgn distro laen, agar user² saya gak bosan dgn distro linux yg itu² aja. Jadi mereka bebas memilih mau pake distro linux yang mana.

Saya juga rajin mengup-date koleksi mp3 saya, sehingga ada image laen, user² saya bilang, mp3 di warnet saya komplit banget dari semua jenis lagu, saya siapin buat kepuasan pelanggan saya. Mungkin soal mp3 soal sepele, tetapi saya mengamati, ternyata banyak juga user yg memperhatikan lagu apa yg sedang kita putar.

Sekarang, setiap Pak Polisi mampir ke warnet saya, mereka tidak bisa apa², hanya berkomentar, 'wah linux semua yah...'

Saya mengambil kesimpulan, sebenarnya warnet Linux bisa saja sukses, asalkan kita mau bekerja keras, mau marketing, mau mengajar ulang para user, mencari distro yg cocok bagi user² kita, memberi mereka fasilitas lebih baik, dan memastikan warnet kita nyaman, tidak bau dan bersih (karena saya cerewet, hampir setiap hari saya sendiri yang mengepel warnet saya). Kita tidak bisa duduk manis di warnet menunggu pelanggan datang, tapi kita harus mencari pelanggan, membuat mereka mau mencoba linux, menghapus anggapan negatip mereka bahwa linux itu susah.

Apabila bisnis kita sedang menurun, hendaklah kita jangan putus asa, selalu mengadakan inovasi baru sehingga user² kita selalu setia menunggu inovasi apa lagi yg muncul di warnet kita ?

Dalam pengalaman ini, saya tidak sedang menjelek² windows, karena gak munafik, saya masih menggunakan windows xp buat keperluan scanning dan printing.

Saat ini saya sedang membuat sedikit inovasi baru dlm marketing warnet saya. Karena adanya pesaing baru di kota saya yg membanting harga sewa internet, membuat banyak warnet membanting harga di bawah normal. Tetapi saya menyediakan fasilitas laen yg gak ada di pesaing² saya. Saya berlangganan Vision 1 dan kebetulan saya punya TV 29", mengatur ulang lagi interior warnet, hasilnya cukup menggembirakan, kalo tidak ada siaran sepakbola/siaran gak ada yg rame, saya dan user² yg merasa bosan nunggu donlot-an/browsing, nonton vcd bareng² :) Saya pengen membuat warnet Linux saya bertemakan sepakbola, biar unik dan insya Allah, akan saya Upload-kan foto dari warnet linux-bola saya di web AWALI.

Kiranya itulah pengalaman pribadi saya yang utk pertama kalinya dipublikasikan. Mungkin pengalaman ini akan sedikit menghibur warnet² linux yg baru saja bermigrasi total ke linux. Sekian dan Terima Kasih karena rekan² telah mau meluangkan waktu membaca artikel pertama saya di web AWALI.

Salam,
ROSE