Posted by choka on 11-10-2005 13:18
#1
Setelah bulan2 lalu warnet-warnet di porakporandakan oleh microsoft dan temen2nya, sekarang muncul lagi sweeping jilid II. Nah yg sekarang yg diributin bukan legal gaknya OS + aplikasi nya, tapi ijin warnetnya.
sampai sekarang saya masih bingung apakah warnet itu harus berbadan hukum..?
sudah banyak kejadian warnet mendapat surat pemberitahuan dari dinas
perhubungan kabupaten setempat, tentang penertiban,pengawasan jasa telekomunikasi (termasuk warnet) didalamnya. Petugasnya bilang selain pajak badan hukum, warnet juga dikenakan pajak daerah!, di dalamnya ada tembusan ke bupati, ketua DPRD, camat,Asosiasi pengusaha selular, dan ketua APWI.
Nah kan, apalagi nih yg terjadi...?
ketika warnet2 bangkit dari keterpurukan , dengan mahalnya biaya operasional, listrik, bandwitdh, gaji karyawan dsb. sekarang harus menghadapi peraturan daerah, di daerah masing2.
warnet adalah usaha jasa informasi yg memberikan layanan yg murah kepada masyarakat. karena masyarakat gak perlu punya komputer sambungan telpon, berlanganan isp dsb, dan dengan biaya operasional yg tinggi, dan harus membeli lisensi (bagi yg menggunakan produk microsoft dan temen2nya). buat yg gak punya cukup dana akhirnya rela melirik linux dg konsekwensi warnetnya sepi. dan sekarang harus pulak di kenai pajak yg entah buat apa...?
kenapa mau usaha aja susah, semakin banyak aturan yg gak jelas
kalo harus kena pajak ya pajak apa donk,
jangan main palak aja pak!
kami mah hanya rakyat, pasti akan kami bayar asal jelas semua regulasinya. Kalo emang warnet gak dibutuhkan lagi di indonesia , tolong sejahterakan penduduk didaerah bpk2 masing. Kasih teknologi informasi yg jelas, kasih harga komputer yg murah, kasih harga bandwitdh yg murah,
apakah bapak 2 yg terhormat sanggup...?
kalo bapak2 mampu, lakukanlah, biar warnet pelan2 juga akan mate' dg sendirinya, jangan dibikin separuh napas pak.
warnet hanya ladang uang buat sebagian orang yg memanfaatkan situasi, dari sumbangan gak jelas, bayar iuran 15 rb /bulan biar bebas sweeping sampai pajak pula,
apa yg gak kena pajak di indonesia..?
gimana masyarakat kita gak bodho, kalo yg mau berjuang memberi akses informasi murah langsung di incer untuk dijadikan ladang pendapatan.
dari harga bbm , semua kebutuhan pokok yg tinggi sampai pajak yg sakit jiwa ,
kenapa kita tetap miskin pak...?, harusnya indonesia makmur dong, orang pajaknya segunung uhud. Beli minyak tanah aja ditempat saya 1 liter = rp 4800, apa gak kaya masyarakat kita, rp 4800 aja dibeli orang gak ada alternatif lain, mau pake kayu..?
entar kena pajak lagi kayu nya (susah amat yak)
sekarang apakah bapak2 yg terhormat jamin, dg melambungnya BBM, harga pokok, menggilanya pajak ,
kita akan makmur ?
saya sendiri sudah tau jawabannya =
gombal
kompensasi dana bbm aja masuk kekantong orang2 yg gak memerlukan, pada mbesarin perut masing2, sekarang dari rt-->rw-->lurah-->camat-->bupati sudah pada bisa korupsi hak orang kecil, kayaknya korupsi dan tepu menepu, memalsukanidentitas sudah menjadi trend , kalo gak ikutan berarti bapak2 gak gaul. suatu kejadian yg tidak menggunakan pikiran dan hati, sementara kita berjuang sama2 menghidupkan warnet yg terpuruk, sementara mereka mengambil keuntungan yg gak jelas dari usaha warnet'ers, apakah dijamin kalo bayar pajak bakal
aman ?
omong kosong semuanya
mau merdekakan indonesia dari keterpurukan informasi aja susah (ughhh)
(kisah sedih mental Indonesia)
Edited by choka on 11-10-2005 13:30